Memberikan Informasi Dengan Detil
Dinas Lingkungan Hidup
Balitbang

Ini Denda Bagi Yang Telat Lapor SPT Pajak Tahunan

102
Dinas Lingkungan Hidup

JAKARTA, (detilnews.com) – Memasuki musim wajib lapor pajak tahunan yang sudah berlangsung saat ini sampai 31 Maret 2021 mendatang, jangan sampai membuat Anda lupa menunaikan kewajiban perpajakan.
Pasalnya, sistem perpajakan di Indonesia ini menganut sistem self-assessment. Artinya, jika kewajiban tidak dilakukan Wajib Pajak (WP) sebagaimana mestinya, maka ada sanksi menanti.

Sanksi dimaksud adalah denda telat lapor SPT Pajak Tahunan, yang tercantum dalam Undang-undang mengenai Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) Pasal 7 Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) UU Nomor 16 Tahun 2009 (UU KUP).

Adapun besaran denda telat lapor SPT Pajak Tahunan Pribadi adalah Rp100 ribu. Sedangkan denda telat lapor SPT Pajak Tahunan Badan mencapai Rp1 juta.

Tujuan dari penetapan denda ini untuk meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak (WP).

Namun perlu diketahui bahwa denda administrasi ini tidak akan berlaku apabila Wajib Pajak (WP) Pribadi maupun Badan sudah masuk ke dalam tahap berikut.

Wajib Pajak (WP) Pribadi telah meninggal
Wajib Pajak (WP) Pribadi sudah tidak melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas
Wajib Pajak (WP) Pribadi berstatus Warga Negara Asing yang sudah tidak tinggal di Indonesia
Bentuk Usaha Tetap (BUT) sudah tidak melakukan kegiatan lagi di Indonesia
Wajib Pajak (WP) Badan sudah tidak melakukan kegiatan usaha lagi, namun belum dibubarkan sesuai ketentuan yang berlaku
Bendahara yang tidak melakukan pembayaran lagi
Wajib Pajak terkena bencana, yang ketentuannya diatur dengan peraturan Menteri Keuangan
Wajib Pajak lain yang diatur dengan atau berdasarkan peraturan Menteri Keuangan.
Denda telat lapor SPT Pajak Tahunan ini bisa berbunga apabila Wajib Pajak (WP) Pribadi atau Badan mengabaikan batas akhir penyampaian.

Berdasarkan ketentuan yang berlaku, batas akhir penyampaian SPT Tahunan paling lama yaitu 20 hari setelah akhir masa pajak.

SPT Tahunan Wajib Pajak Pribadi, batas akhirnya paling lama 3 bulan setelah tahun pajak. Sedangkan SPT Tahunan Wajib Pajak Badan paling lama 4 bulan setelah berakhirnya tahun pajak.

Sebagai pengingat Wajib Pajak (WP) memenuhi kewajiban perpajakannya, Dirjen Pajak (DJP) merilis kalender pajak yang merangkum kapan batas waktu setor dan lapor PPN pada 2021 ini.

4 Januari 2021, Batas akhir setor & lapor PPN November 2020
1 Februari 2021, Batas akhir setor & lapor PPN Desember 2020
1 Maret 2021, Batas akhir setor & lapor PPN Januari 2021
31 Maret 2021, Batas akhir setor & lapor PPN Februari 2021
30 April 2021, Batas akhir setor & lapor PPN Maret 2021
31 Mei 2021, Batas akhir setor & lapor PPN April 2021
30 Juni 2021, Batas akhir setor & lapor PPN Mei 2021
2 Agustus 2021, Batas akhir setor & lapor PPN Juni 2021
31 Agustus 2021, Batas akhir setor & lapor PPN Juli 2021
30 September 2021, Batas akhir setor & lapor PPN Agustus 2021
1 November 2021, Batas akhir setor & lapor PPN September 2021
30 November 2021, Batas akhir setor & lapor PPN Oktober 2021
31 Desember 2021, Batas akhir setor & lapor PPN November 2021
Lihat juga: Telat Lapor SPT Kena Denda Rp100 Ribu hingga Rp1 Juta
Setelah mengetahui batas waktu akhir setor dan lapor berdasarkan kalender pajak, besar kemungkinan Anda terhindar dari denda telat lapor SPT Pajak Tahunan. (red/cnn)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com