Memberikan Informasi Dengan Detil

Kata Gus Miftah soal Sosok Calon Kapolri Komjen Listyo Sigit

30

Jakarta (detilnews.com)  – Calon Kapolri Komjen Sigit Prabowo, yang kini menjabat Kabareskrim Polri, adalah seorang Nasrani. Pendakwah Gus Miftah mengaku banyak menerima pertanyaan terkait pencalonan Komjen Listyo Sigit. Lantas apa pandangan Gus Miftah?

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, saya banyak mendapat pertanyaan ‘Apa pendapat Gus Miftah terhadap pengangkatan Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri, kan dia orang non Islam?’. Hei bro, ingat ya, Polri itu lembaga negara yang ngurus kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat-red), bukan lembaga dakwah,” kata Gus Miftah dalam posting-annya di akun Instagram pribadi gusmiftah, seperti diihat detikcom, Senin (18/1/2021).

Gus Miftah menjelaskan setiap orang dapat menjadi anggota Polri, tanpa melihat latar belakang agamanya. Dia menuturkan selama calon Kapolri memiliki memenuhi kriteria profesional, berkapasitas, dan kapabel, maka layak untuk dipilih.”

Di Polri semua agama ada, itu artinya apa? Kapolri tidak harus seorang Muslim. Siapa pun dia, profesional, punya kapasitas, punya kapabilitas, layak untuk menjadi Kapolri dan Komjen Sigit memenuhi syarat ini,” ujar Gus Miftah.

Gus Miftah mengajak masyarakat objektif menilai Komjen Listyo Sigit yang terpilih sebagai calon Kapolri. Gus Miftah lalu menerangkan rekam jejak karier kedinasan Komjen Listyo Sigit.

“Dan kita lihat pengalamannya, beliau pernah menjabat sebagai Kadiv Propam, menegakkan profesionalisme kepolisian. Beliau menjabat sebagai kabareskrim dan sudah sangat banyak prestasinya. Dan yang paling saya suka dari beliau, beliau adalah tipe polisi pendiam,” ucap Gus Miftah.

Dia lantas berkelakar. “Karena beliau sadar, diam itu adalah emas. Makanya istrinya Gus Miftah kalo minta emas, saya perintahkan untuk diam,” sambung dia.

Gus Miftah lalu memaparkan prestasi Komjen Listyo Sigit di matanya. Sederet prestasi itu mulai dari kasus yang diungkap Bareskrim selama dipimpin Komjen Listyo Sigit dan sikap Komjen Listyo Sigit saat menjadi Kapolda Banten.

“Coba kita lihat, diam-diam Djoko Tjandra dipulangkan, diam-diam penyerang Novel Baswedan ditangkap, diam-diam tersangka kasus Bank BNI Kebayoran L/C fiktif ditangkap. Diam-diam anggota kepolisian yang membackup Djoko Tjandra dihajar. Dan komunikasinya dengan umat Islam luar biasa. Ketika beliau menjabat Kapolda Banten, beliau silaturahmi kepada pesantren dan kiai dengan sangat harmonis,” ungkap Gus Miftah.

“Itu artinya apa? Komjen Sigit layak menjadi seorang Kapolri. Maka bagi kamu yang suka ngomong yang nggak-nngak, please deh dipikir dulu. Malu dengan pantat. Pantat saja kalau mau kentut mikir dulu, ada yang mendengarkan apa nggak. Masa mulut ngomong nggak pernah difikir, dasar tuman!,” tandas Gus Miftah.***(detik.com)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com