Membangun Dengan Detil

Penembak Polisi Selandia Baru Disidang Kurang dari 24 Jam Usai Dibekuk

114

Wellington (detilnews.com) – Perwira polisi, tak bersenjata, tewas ditembak di sebuah jalan di Auckland, Selandia Baru. Peristiwa ini tidak pernah terjadi selama satu dekade terakhir.

Ada tiga korban dalam peristiwa ini. Matthew Hunt (28), sang perwira polisi tewas tertembak. Satu polisi lain luka serius di kaki, dan seorang warga dilarikan ke rumah sakit (RS) usai ditabrak mobil pelaku.

Peristiwa ini terjadi pada Jumat (19/6). Seperti dilansir AFP, polisi mengatakan, perwira dan seorang rekannya awalnya memberhentikan sebuah mobil yang membawa dua orang. Salah seorang dari mereka kemudian mengeluarkan senapan dan melepaskan tembakan.

“Ini adalah jenis pekerjaan yang dilakukan petugas kami setiap hari untuk menjaga keamanan publik,” kata Komisaris Polisi, Andrew Coster, kepada wartawan.

Polisi segera melancarkan pencarian besar-besaran untuk kedua pria itu. Usai insiden ini, polisi bersenjata membanjiri pinggiran Massey di Auckland barat untuk mencari para pelaku. Tetapi Coster mengatakan mereka belum ditemukan. Dia menolak untuk berspekulasi tentang kemungkinan motif penembakan itu.

Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Selandia Baru, Jacinda Ardern menggambarkan serangan itu sebagai “menghancurkan”. Ardern menyampaikan belasungkawa kepada keluarga petugas dan rekan sang polisi.

New Zealand's Prime Minister Jacinda Ardern (R) speaks during a joint press conference with the leader of the Neterlands at Government House in Auckland on October 8, 2019. (Photo by DAVID ROWLAND / AFP)Perdana Menteri (PM) Selandia Baru, Jacinda Ardern (Foto: DAVID ROWLAND/AFP)

“Ini adalah berita yang menghancurkan. Petugas polisi kita bekerja keras setiap hari untuk menjaga kita dan masyarakat kita agar tetap aman,” kata Ardern dalam sebuah pernyataan.

Menurut situs web polisi, penembakan fatal sebelumnya terjadi pada 2009.

Coster mengatakan para petugas yang terlibat dalam insiden di Auckland tidak bersenjata. Polisi pekan lalu memutuskan untuk tidak memperkenalkan patroli bersenjata. Namun Coster mengatakan penembakan itu tidak akan mendorongnya untuk meninjau kembali aturan tersebut.

Insiden ini terjadi hanya sehari setelah parlemen memilih untuk lebih memperketat undang-undang senjata api Selandia Baru, setelah pembantaian masjid Christchurch tahun lalu, ketika seorang pria bersenjata membunuh 51 jemaah.

Pelaku Disidang Kurang dari 24 Jam Usai Ditangkap

Pelaku yang menembak mati seorang polisi setempat, kurang dari 24 jam setelah penembakan terjadi. Pelaku juga mulai disidang di Auckland pada Sabtu (20/6) waktu setempat.

Pembunuhan Hunt ini mengejutkan Selandia Baru yang relatif damai sehingga polisi lalu lintas bertugas rutin tanpa senjata api. Seperti dilansir AFP, Sabtu (20/6), Hunt menjadi polisi ke-23 yang tewas dalam tugas di Selandia Baru sejak tahun 1890 silam.

Lokasi penembakan seorang polisi Selandia Baru di Auckland (AFP Photo)Lokasi penembakan seorang polisi Selandia Baru di Auckland (AFP Photo)

Identitas dan informasi detail soal pelaku penembakan Hunt tak boleh diungkap ke publik. Hanya disebutkan bahwa pelaku seorang pria berusia 24 tahun. Pelaku, menurut BBC, ditangkap dalam penggerebekan yang dilakukan polisi sekitar 4 jam usai penembakan pada Jumat (19/6) waktu setempat.


Seorang wanita berusia 30 tahun, yang juga tak disebut namanya, telah ditahan dan akan disidang pada Senin (22/6) mendatang. Polisi setempat menyebut wanita itu berperan sebagai kaki tangan pelaku dalam kasus ini. Dia ditangkap tanpa insiden apapun pada Sabtu (20/6) sore waktu setempat.Saat dihadirkan secara singkat dalam sidang via video link, pelaku hanya bicara sebentar untuk mengonfirmasi namanya dan lebih banyak terdiam. Pelaku akan kembali dihadirkan dalam sidang selanjutnya pada awal bulan depan.

Hunt yang bergabung dengan satuan kepolisian tiga tahun lalu dan baru-baru ini ditransfer ke satuan polisi lalu lintas, ini mendekati sebuah mobil yang mengalami kecelakaan saat tiba-tiba pelaku melepas tembakan.

Jaksa dalam kasus ini, David Johnstone, menyatakan dalam persidangan bahwa kasus ini sangat memancing ketertarikan publik dan mengajukan ‘perintah penekanan agak luas’, termasuk menahan dirilisnya nama pelaku juga polisi dan warga yang terluka. Disebutkan Johnstone bahwa penekanan ini dimaksudkan untuk ‘melindungi integritas penyelidikan’.*(dc)

Leave A Reply

Your email address will not be published.