Memberikan Informasi Dengan Detil
Dinas Lingkungan Hidup
Balitbang

Pengelola Pantjoran PIK Jadi Tersangka Kerumunan Imlek

80
Dinas Lingkungan Hidup

Jakarta (detilnews.com) – Polisi menetapkan satu orang sebagai tersangka kasus kerumunan massa di acara perayaan Imlek 2021 di Pantjoran Pantai Indah Kapuk, Golf Island Pantai Maju, Jakarta Utara.
Kapolres Jakarta Utara, Kombes Guruh Arif Darmawan mengatakan penetapan tersangka dilakukan usai penyidik melakukan sejumlah pemeriksaan terhadap belasan saksi selama proses penyelidikan dan penyidikan.

“Setelah memeriksa 11 saksi, sudah menetapkan 1 tersangka,” kata Guruh, Rabu (17/2).

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Dwi Prasetyo menuturkan bahwa pihak yang dijerat tersangka itu merupakan pengelola wilayah Pantjoran PIK. Hanya saja, dia belum menuturkan lebih lanjut identitas ataupun atribusi dari tersangka di lingkungan tersebut.

Dwi mengatakan, tersangka dijerat lantaran memicu kerumunan di wilayah tersebut dalam kegiatan perayaan Imlek, 14 Februari lalu. Hanya saja, acara itu digelar secara spontan tanpa undangan.

“Jadi gak ada panitia itu. (Acara itu) spontan,” kata Dwi menerangkan.

Saat ini, kata dia, penyidik belum akan melakukan pengembangan terhadap kasus itu dan berfokus pada pemeriksaan satu tersangka tersebut.

Dalam perkara ini, dia dijerat melanggar Pasal 93 Undang-undang nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan. Adapun ancaman hukuman terhadap tersangka mencapai 1 tahun penjara.

Sebelum kasus ini mencuat di ranah hukum pidana, petugas juga sempat menyegel panggung barongsai di Pantjoran PIK setelah memicu kerumunan massa saat pertunjukan barongsai dalam rangka perayaan Imlek 2021.

Penyegelan itu dilakukan pada Senin (15/2) hingga sementara waktu atau hingga 22 Februari mendatang.

Lihat juga: Polisi Periksa 10 Saksi Kerumunan Imlek di Pantai Indah Kapuk
itu dilakukan pada Senin (15/2) hingga sementara waktu atau hingga 22 Februari mendatang.

“Yang disegel sementara hanya panggung kegiatan Barongsainya saja. Itu yang menimbulkan kerumunan. Untuk tempat makannya tidak (disegel) dan beroperasi seperti biasa,” tutur Kepala Seksi Penyidikan Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan Penindakan Satpol PP Jakarta Utara, Purnama H.P. (red/cnn)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com