Memberikan Informasi Dengan Detil

RI Dorong ASEAN Bertindak Hadapi Kudeta Myanmar

35

Jakarta (detilnews.com) – Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan dirinya terus berkomunikasi dengan menlu negara Asia Tenggara dan beberapa negara lainnya demi mendorong ASEAN memberikan solusi terkait kudeta yang berlangsung di Myanmar.

Usai melakukan pertemuan dengan Menlu Brunei Darussalam di Bandar Seri Begawan pada Rabu (17/2), Retno mengatakan isu Myanmar tak luput dibicarakannya dengan Menlu Dato Erywan.

“Di dalam pertemuan kami juga bertukar pikiran mengenai perkembangan situasi di Myanmar, dan bagaimana ASEAN dapat berperan membantu Myanmar untuk dapat keluar dari situasi ini dan melanjutkan proses transisi demokrasi,” kata Retno dalam jumpa pers virtual selepas bertemu Dato.

“Khusus mengenai Myanmar, beberapa hal yang dapat saya sampaikan: dari hari pertama terjadinya perkembangan terbaru di Myanmar, saya terus melakukan komunikasi dengan rekan-rekan saya, para Menlu ASEAN serta Menlu dari banyak negara, dan juga dengan Utusan Khusus Sekjen PBB untuk isu Myanmar,” ujarnya menambahkan.

Dari Brunei, Retno mengatakan dirinya akan terbang ke Singapura pada Kamis (18/2) untuk bertemu dengan Menlu Vivian Balakrishnan.

Retno mengatakan komunikasi intensif antara dirinya dengan negara-negara terutama anggota ASEAN dilakukan demi mencari solusi yang dapat dilakukan Indonesia dan blok negara Asia Tenggara itu untuk membantu Myanmar keluar dari krisis politik saat ini.

Dengan tetap menegakkan prinsip non-intervensi ASEAN, Retno mengatakan Indonesia bersama ASEAN berupaya mencari solusi konstruktif bagi rakyat Myanmar, termasuk membantu transisi demokrasi yang inklusif.

Retno mengatakan dukungan bagi Indonesia dan ASEAN untuk membantu Myanmar terus berdatangan.

“Dukungan seperti ini juga disampaikan oleh para menlu negara lain pada saat melakukan pembicaraan per telepon dengan saya termasuk pembicaraan per telepon kemarin malam yang saya lakukan dengan Menlu AS yang Baru, Anthony Blinken,” ujar Retno.

“Dukungan terhadap ASEAN juga disampaikan oleh Utusan Khusus Sekjen PBB, Menlu Inggris, dan antara lain Australia, India, Jepang dan banyak lagi.”

Selain dengan Brunei, Indonesia bersama Malaysia juga sepakat mendesak ASEAN membahas pergolakan politik yang tengah terjadi di Myanmar.

Pernyataan itu diutarakan oleh Presiden Joko Widodo bersama dengan Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin usai melakukan pertemuan bilateral di Istana Negara, Jakarta, Jumat (5/2).

Dalam pernyataan pers bersama, Jokowi mengatakan Indonesia-Malaysia sepakat mengutus menteri luar negeri masing-masing untuk mengusulkan pertemuan khusus ASEAN terkait situasi di Myanmar.(red/cnn)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com